Senin, 23 Maret 2015

Sinopsis Film Dibalik 98 (2015)

Film Indonesia Rilis Januari 2015 bergenre Drama produksi MNC Pictures berjudul "Dibalik 98 (Dibalik Pintu Istana)" dibintangi Chelsea Islan, Boy William. Film terbaru rilis dan tayang di Bioskop 15 Januari 2015 seluruh Indonesia. Penasaran dengan Film Indonesia 2015 ini, lihat Review Pemain Sinopsis Dibalik 98 2015 Movie Trailer di Bioskop Terbaru berikut.


Film Dibalik 98 (2015)

# Info Film Dibalik 98 (2015)
» Film Tayang: 15 Januari 2015
» Genre: Drama Thriller
» Director: Lukman Sardi
» Producer: Affandi Abdul Rachman
» Studio: MNC Pictures
» Runtime: 106 minutes
» Sumber: filmindonesia.or.id
» Rating: R
» Cast:
- Chelsea Islan, Boy William, Alya Rohali, Fauzi Baadilla, Verdi Solaiman, Donny Alamsyah


# Sinopsis film Dibalik 98 (2015)
Kisah perjuangan keluarga dan pengorbanan cinta melewati tragedi Mei 1998. Letnan Dua Bagus bimbang ketika harus berhadapan dengan situasi luar biasa itu. Tanggung jawab sebagai petugas pengamanan harus berbenturan dengan kewajiban untuk menjaga istrinya, Salma, pegawai Istana negara, yang sedang hamil besar. Salma terjebak dalam kerusuhan dan dinyatakan hilang. Tekanan dari atasan: Bagus harus mengutamakan tugas dan sebagai laki-laki pantang untuk menjadi cengeng hanya karena peristiwa kecil. Kerusuhan memaksa Presiden Soeharto pulang dari Kairo lebih awal. Pemerintah dihadapkan pada situasi yang sulit. Tokoh masyarakat dan beberapa perwakilan Ormas secara langsung meminta presiden Soeharto mundur. Namun ia bergeming dan berencana membentuk komite dan kabinet reformasi untuk menjawab tuntutan tersebut. Sementara itu, nasib baik enggan untuk berpihak kepada Bagus. Diana, adik iparnya, aktivis reformasi, harus berbenturan pendapat dengan kakaknya ketika mengetahui Salma kakaknya hilang di tengah peristiwa kerusuhan. Diana menuduh Bagus tidak bisa menjaga Salma. Keadaan semakin pelik ketika Daniel, pacar Diana, keturunan Tionghoa yang juga ikut berjuang menuntut perubahan, harus kehilangan ayah dan adiknya dalam kerusuhan. Bahkan Daniel hampir terjebak sweeping warga yang menyaring orang-orang Non Pribumi, yang saat itu menjadi puncak issue rasial di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar